MAKALAH
ETIKA BISNIS ISLAM
(DOSEN PENGAJAR Dr. SUPAWI PAWENANG, SE.MM.)
Disusun Oleh:
NAMA : DANIK HASTUTI
NIM : 2013030001
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDY AKUNTANSI SEMESTER V PAGI
UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA
2015
MAKALAH TEORI ETIKA BISNIS ISLAM
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu kajian penting dalam islam adalah persoalan etika bisnis. Etika dalam istilah umum adalah ukuran perilaku yang baik. Bahkan ada yang berpendapat bahwa islam itu akhlak karena mengatur semua perilaku kita, mulai dari bangun sampai tidur lagi dari mulai ekonomi bisnis, dan politik. Etika dalam bisnis merupakan buah dari keimanan, keislaman, dan ketaqwaan yang didasarkan pada keyakinan akan kebenaran Allah SWT. Islam diturunkan Allah pada hakekatnya untuk memperbaiki akhlak atau etika yang baik.
Pada dasarnya etika (niali-nilai dasar) dalam bisnis berfungsi untuk menolong pebisnis (dalam hal ini pedagang) untuk memecahkan problem-problem (moral) dalam praktek bisnis mereka. Di Indonesia, pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususnya oleh para konglomerat, para pengusaha,dan ekonom yang kental kapasitasnya. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis, dilatari oleh sebuah paradigma klasik, bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai ( value free). Etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. Padahal, prinsip ekonomi menurut mereka, adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.
Umer Chapra (dalam Ghazali, 1992: 2) menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi islam dibangun berdasarkan nilai-nilai etika dan moral serta mengacu pada tujuan syariat islam (maqashid al-syari’ah), yaitu memelihara iman (faith), hidup (life), nalar (intellect), keturunan (posterity), dan kekayaan (wealth). Konsep ini menjelaskan bahwa system ekonomi hendaknya dibangun diawal dari keyakinan (iman) dan berakhir kekayaan (property). Pada gilirannya tidak akan muncul kesenjangan ekonomi atau perilaku ekonomi yang bertentangan dengan prinsiop-prinsip syariat islam.
Syeh Hadab Naqvi menjelaskan bahwa etika bisnis harus ada 4 hal yaitu,
Kesatuan (Tauhid) : Islam menawarkan keterpaduan agama, ekonomi, dan social demi membentuk kesatuan. Atas dasar pandangan ini pula etika dan bisnis menjadi terpadu, vertikal maupun horizontal dalam membentuk suatu persamaan yang kuat.
Tanggung jawab : Dalam memenuhi tuntunan keadilan dan kesatuan, manusia perlu mempertanggung jawabkan tindakannya secara logis atas semua yang dilakukannya.
Kebebasan alamia : Kebebasan merupakan bagian penting dalam nialai etika bisnis islam, tetapi kebebasan itu tidak merugikan kepentingan kolektif. Kebutuhan yang tak terbatas dikendalikan dengan adanya kewajiban setiap individu terhadap masyarakat melalui zakat, infaq, dan sedekah.
Keseimbangan : Islam sangat menganjurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis dan melarang untuk berbuat curang atau berlaku dzalim. Islam mengharuskan untuk berbuat adil, tak terkecuali pada pihak yang tidak disukai.
Supawi Pawenang menjelaskan teori etika bisnis islam. Islam dibangun diatas lima rukun islam yaitu, syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Landasan filosofis yang harus dibangun dalam pribadi muslim adalah adanya konsep hubungan antara manusia denagan manusia dan lingkungannya, serta hubungan antara manusia dengan Tuhannya atau hablum minallah wa hablum minnannas. Etika bisnis islam dengan sendirinya harus sejalan dengan kaidah-kaidah moral yang berdasarkan keimanan kepada akhirat.
RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah makalah ini adalah :
Apakah yang dimaksud dengan etika, bisnis, dan etika bisnis islam ?
Bagaimana peranan etika bisnis islam dalam perekonomian islam?
Bagaimana aktivitas bisnis yang dilarang dalam syariat islam?
Apakah manfaat dari tercapainya tujuan etika bisnis bagi perusahaan?
TUJUAN PENULISAN MAKALAH
Untuk mengetahui pengertian etika bisnis islam.
Untuk mengetahui apa saja peran etika bisnis islam dalam perekonomian islam.
Untuk mengetahui aktivitas bisnis yang dilarang dalam syariat islam.
Untuk menganalisis tujuan yang telah dicapai dari penjelasan etika bisnis islam.
BAB II PEMBAHASAN TEORI
Pengertian Etika, Bisnis, dan Etika Bisnis Islam
Etika
Etika berasal dari Bahasa Yunani Kuno ethos. Dalam bentuk kata tunggal kata tersebut mempunyai banyak arti, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah adat kebiasaan. Dan artinya adalah adat kebiasaan dan arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “Etika” yang oleh filosof Yunani Besar, Aristoteles (384-322SM) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral.
Dalam kamus Inggris, etika (ethic) mengandung empat pengertian. Pertama, etika adalah prinsip tingkah laku yang baik atau kumpulan dari prinsip-prinsip itu. Kedua, etika merupakan sistem prinsip-prinsip atau nilai-nilai moral. Ketiga, dalam kata-kata “ethics” yaitu “ethic” dengan tambahan “s” tapi dalam penggunaan mufrad atau singular, diartikan sebagai kajian tentang hakikat umum moral. Keempat, “ethics” yaitu “ethic” dengan tambahan mufrad (tunggal) dan jamak (plural), ialah ketentuan-ketentuan atau ukuran-ukuran yang mengatur tingkah laku para anggota suatu profesi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika dijelaskan dengan arti ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika juga diartikan kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Serta diartikan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Bisnis
Bisnis termasuk kata yang sering digunakan orang, namun tidak semuanya memahami kata bisnis secara tepat dan proporsional. Hughes dan Kapoor seperti dikutip oleh Buchari Alma menjelaskan bahwa bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Lebih ringkas dari itu Brown dan Petrello menyebut bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam pengertian yang sederhana bisnis adalah lembaga yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bisnis ialah usaha komersial di dunia perdagangan, bidang usaha, usaha dagang.
Etika Bisnis Islam
Pemikiran etika bisnis islam muncul dengan landasan bahwa islam merupakan kumpulan aturan-aturan ajaran dan nilai-nilai yang dapat menghantarkan manusia dalam kehidupannya menuju kebahagiaan baik didunia maupun diakhirat. Perkembangan etika bisnis islam yang mengedepankan etika sebagai landasan filosofis yang harus dibangun dalam pribadi muslim yang harus sejalan dengan kaidah-kaidah moral yang berdasarkan keimanan kepada akhirat.
Dari penjelasan diatas dapat di jelaskan etika bisnis islam adalah pemikiran yang berlandaskan aturan dan nilai kehidupan yang menghantarkan manusia menuju kebahagiaan baik dunia maupun akhirat, etika bisnis islam juga harus sejalan dengan kaidah-kaidah moral yang berdasarkan keimanan kepada akhirat.
Peranan Etika Bisnis Islam dalam Perekonomian Islam
Etika merupakan ilmu normative penuntun hidup manusia, untuk menuntun kearah yang lebih baik atau kejalan Allah SWT. Dengan menerapkan etika dan kejujuran dalam hubungan perekonomian dapat menciptakan baik asset langsung maupun yang tidak langsung yang akhirnya meningkatkan nilai entitas bisnis itu sendiri.
Pada dasarnya praktik etika bisnis islam dalam perekonomian akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang. Perusahaan yang menerapkan etika, dapat meningkatkan motivasi kru dalam bekerja, bahwa bekerja dituntut untuk menghasilkan yang terbaik juga diperoleh dengan cara yang terbaik pula. Penerapan etika juga melindungi prinsip kebebasan perusaan dalam perekonomian islam serta meningkatkan keunggulan dalam bersaing.
Dengan demikian, menjadi jelas bahwa tanpa suatu etika yang menjadi acuan, para pebisnis akan lepas tidak terkendali, mengupayakan segala cara, mengorbankan apa saja untuk mencapai tujuannya. Pada umumnya filosofi yang mendominasi para pebisnis adalah bagaimana cara memaksimalkan keuntungan. Perumusan dan penetapan etika bisnis merupakan salah satu dari sekian banyak upaya pemersatu (internal intergration) yang diusahakan oleh pemimpin perusahaan untuk meningkatkan daya tahan bisnisnya. Itu dilakukan dengan mengindahkan prinsip-prinsip pengelolaan usaha yang baik (good corporate gorvemance) sekaligus memenuhi kewajibannya sebagai warga masyarakat yang bertanggung jawab (corporate sosial responsibility).
Aktivitas Bisnis yang Dilarang dalam Syariat Islam
Menghidari transaksi bisnis yang diharamkan dalam agama islam. Seorang pembisnis muslim harus berkomitmen untuk melakukan hal-hal yang dihalalkan oleh Allah SWT. Seorang pebisnis muslim juga dituntut untuk selalu melakukan usaha yang mendatangkan kebaikan dalam masyarakat. (QS: Al-A’raf;32. Qs: Al MAidah; 100)
Menghindari cara memperoleh dan menggunakan harta secara tidak halal. Misalnya, praktik riba yang menyesensarakan (Qs: Al Baqarah;275-279). Penimbunan harta dan mempersempit ruang usaha dalam aktivitas ekonomi. (Qs:At Taubah;34-35)
Persaingan yang tidak fair sangat dicela oleh Allah SWT. (Qs:Al Baqarah;188)
Pemalsuan dan penipuan, islam sangat melarang karena dapat menyebabkan kerugian, kezaliman serta dapat menimbulkan permusuhan dan percecokan. (Qs:Al-Isra;35)
Etika bisnis islam tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sanksi yang tegas. Jika tingkah laku salah selalu dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Dan etika atau norma yang salah ini akan menjadi budaya. Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan budaya yang transparan antara lain:
Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya. Individu yang mempunyai kesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan kebenaran kadang dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru untuk menyatakan pendapat.
Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan kedekatan dengan atasan, melainkan kinerja.
Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.
Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku organisasi.
Manfaat Tercapainya Tujuan Etika Bisnis Bagi Perusahaan
Etika bisnis bagi perusahaan ini,menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernah timbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah,sumbangan dan sebagainya. Latar belakang pembuatan etika bisnis adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki etika sendiri,mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat Etika Bisnis bagi Perusahaan :
Dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture. Hal ini terutama penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling mengenal satu sama lainnya. Dengan adanya etika bisnis, secara intern semua karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mengambil kebijakan/keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.
Dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan kelabu) dibidang etika. (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).
Menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.
Menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).
Bagi perusahaan yang telah go publik dapat memperoleh manfaat berupa meningkatnya kepercayaan para investor. Selain itu karena adanya kenaikan harga saham, maka dapat menarik minat para investor untuk membeli saham perusahaan tersebut.
Dapat meningkatkan daya saing (competitive advantage) perusahaan.
Membangun corporate image / citra positif , serta dalam jangka panjang dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan (sustainable company).
Etika bisnis perusahhan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki dsaya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, system prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia, individu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral. Etika bisnis mempunyai prinsip dalam kaitan ini berhubungan dengan berbagai upaya untuk menggabungkan berbagai nilai-nilai dasar (basic values) dalam perusahaan, agar berbagai aktivitas yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan.
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
Etika bisnis islam adalah merupakan hal yang penting dalam perjalanan sebuah aktivitas bisnis professional. Aktivitas bisnis dalam islam tidak hanya dipandang dari kehidupan dunia, karena aktivitas bisnis dapat bernilai ibadah jika dilandasi dengan aturan-aturan yang telah disyariatkan oleh Allah SWT. Konsep keseimbangan kehidupan manusia terjadi jika aktivitas keduniaan dan keakhiratan dalam satu kesatuan yang tidak terpisah.
Etika bisnis islam dengan sendirinya harus sejalan dengan kaidah-kaidah moral yang berdasarkan keimanan kepada akhirat. Pemikiran yang berlandaskan aturan dan nilai kehidupan yang menghantarkan manusia menuju kebahagiaan baik dunia maupun akhirat, etika bisnis islam juga harus sejalan dengan kaidah-kaidah moral yang berdasarkan keimanan kepada akhirat.
Jika etika bisnis islam di tanamkn dalam sebuah perusahaan maka perekonomian sebuah perusahaan tersebut akan selalu memiliki keuntungan jangka pendek maupun jangka panjang. Etika bisnis islam juga dapat memotivasi kru perusahaan dalam bekerja, karena bukan hanya mendapatkan keuntungan dunia melaikan juga mendapatkan ridho Allah SWT yang sesuai syariat islam.
DAFTAR PUSTAKA Dari SUMBER LAIN
https://dindadwinoviyanti.wrodpress.com/2015
https://www.islampos.com/
Juragan makalah.blogspot.com/2014/03/etika-bisnis-dalam-ekonomi-islam-etika.html?m=1
Serbamakalah.blogspot.com/2013/05/etika-bisnis-dalam-ekonomi-islam_2527.html?m=1
Waodeorira03.blogspot.com/2013/makalah-etika-bisnis-dalam-prespektif.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar